Home / Berita Umum / Bawaslu Mengharap KPU Mengechek Kembali Data Pemilih Yang Memberi Nada Lewat Pos

Bawaslu Mengharap KPU Mengechek Kembali Data Pemilih Yang Memberi Nada Lewat Pos

Bawaslu Mengharap KPU Mengechek Kembali Data Pemilih Yang Memberi Nada Lewat Pos – Bawaslu menyarankan pungutan suara kembali (PSU) lewat pos sehubungan penemuan surat nada tercoblos di Selangor, Malaysia. Bawaslu mengharap KPU mengecheck kembali data pemilih yang memberi nada lewat pos.

“Semestinya kelak KPU, semestinya ya, KPU akan mengecheck pemilih pos itu ada berapakah. Mesti ada counting kembali pada pemilih pos yang 300 beberapa ribu (orang) itu,” kata anggota Bawaslu Berkah Bagja di kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2019).

Pengecek kembali itu untuk menyikapi terdapatnya pemilih lewat pos yang udah memberi suaranya lewat sistem Kotak Nada Keliling (KSK) atau TPS langsung. Bawaslu mengharap KPU untuk waspada.

Itu mesti dilaksanakan oleh KPU sebab siapa tahu mereka udah pilih di TPS dan KSK. Ini yang penting berhati-hati. Jadi perkiraan oleh karena itu yang penting rekan-rekan KPU lah kami berikan tanggung jawab itu. Jadi tanyalah terhadap KPU untuk soal itu,” jelas Bagja.

Disamping itu, hitung nada di Malaysia tengah dilaksanakan untuk sistem KSK serta TPS langsung. Hitung nada sistem pos masih tetap dimaksud Bagja masih tetap direncanakan.

Pemilu di Malaysia masih tetap hitung di nada TPS serta KSK. Untuk pos masihlah dalam rencana,” ujarnya.

Awal kalinya, Bawaslu menyarankan pungutan suara kembali atau PSU pribadi sistem pos sehubungan dengan masalah penemuan surat nada untuk Pemilu 2019 yang tercoblos di Selangor, Malaysia. Panitia Penentuan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur di percayai tak melakukan pekerjaan dengan profesional sehubungan penemuan itu.

“Bawaslu menyuruh Panitia Penentuan Luar Negeri Kuala Lumpur lewat Komisi Penentuan Umum untuk mengerjakan PSU (atau) pungutan suara kembali untuk pemilih Kuala Lumpur dengan sistem pos,” ujar anggota Bawaslu Berkah Bagja dalam pertemuan wartawan di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (16/4).

Bagja mengatakan PSU dengan sistem pos itu dilaksanakan untuk pemilih yang udah tercatat yang banyaknya 319.293. Menurut dia, banyaknya surat nada yang diantar lewat pos awal kalinya tak tertulis banyaknya.

About admin