Home / Berita Umum / Golkar Mendaftarkan Dua Bekas Narapidana Korupsi Menjadi Caleg Di Pileg 2019

Golkar Mendaftarkan Dua Bekas Narapidana Korupsi Menjadi Caleg Di Pileg 2019

Golkar Mendaftarkan Dua Bekas Narapidana Korupsi Menjadi Caleg Di Pileg 2019 – Partai Golkar mengaku mendaftar dua bekas narapidana korupsi menjadi akan caleg di Pileg 2019. Dua eks napi korupsi itu adalah TM Nurlif serta Iqbal Wibisono.

TM Nurlif adalah Ketua DPD I Golkar Aceh, sesaat Iqbal Wibisono merupakan Ketua Harian DPD I Golkar Jawa Tengah (Jateng). Pendaftaran ke-2 bacaleg ini diamini Wakil Korbid Pemenangan Pemilu (PP) Sumatera Ahmad Doli Kurnia.

Doli juga menuturkan masalah pendaftaran Nurlif serta Iqbal menjadi bacaleg. Walau DPP Golkar tengah bebenah untuk menghidupkan slogan ‘Golkar Bersih’, penyalonan ke-2 nama itu dinilai mempunyai argumen rasional.

” Gini, kami telah berupaya semaksimal mungkin saja tidak untuk mencalonkan calon-calon yang sampai kini sempat atau terindikasi ikut serta masalah hukum, terpenting korupsi. Karena kami kan telah mengambil keputusan serta berkemauan dengan tagline ‘Golkar Bersih’ itu memanglah Golkar mesti benar-benar bersih, ” jelas Doli.

” Namun spesial yang dua ini karena mereka pimpinan daerah, mereka direferensikan oleh daerah. Serta itu di dukung oleh DPD kabupaten/kotanya. Alasannya, pertama mereka memanglah mempunyai basis, berarti konstituennya jelas hingga memanglah diyakinkan pencapaian suaranya dapat mengusung elektoral partai, ” tambah dia.

Tidak hanya argumen support DPD kabupaten/kota semasing, Nurlif serta Iqbal dinilai mempunyai hak dengan cara konstitusi. Golkar memberi mereka peluang untuk ajukan tuntutan PKPU masalah larangan eks koruptor nyaleg ke Mahkamah Agung (MA).

” Yang ke-2, mereka berpandangan jika yang berkaitan ini masih tetap mempunyai hak konstitusi, terkait UU Pemilu. Nah, pada akhirnya kami ambillah jalan tengah. Sesaat ini bisa, dapat kami calonkan, namun mereka harus untuk lakukan tuntutan ke MA, ” jelas Doli.

Misal tuntutan itu tidak diterima MA, Golkar sudah mempersiapkan pengganti Nurlif serta Iqbal. ” Bila contohnya kelak tidak diterima, kami telah menyiapkan calon alternatif yang tidak kalah sebaiknya dari mereka, ” tutur Doli.

TM Nurlif sempat terlilit masalah korupsi pada tahun 2011 waktu berubah menjadi anggota DPR. Waktu itu dia divonis ikut serta dalam masalah suap Miranda Gultom serta dijatuhi hukuman 1 tahun 4 bulan penjara.

Sedang, Iqbal divonis 1 tahun penjara pada 2015. Dia dapat dibuktikan terbukti ikut serta dalam korupsi dana pertolongan sosial Pemprov Jawa Tengah untuk Kabupaten Wonosobo pada 2008.

About admin