Home / Uncategorized / Hamili Siswi SMP Seorang Pria Divonis 8 Tahun Penjara Di Surabaya

Hamili Siswi SMP Seorang Pria Divonis 8 Tahun Penjara Di Surabaya

Hamili Siswi SMP Seorang Pria Divonis 8 Tahun Penjara Di Surabaya – Agustinus Joko Purnomo (33) , cuma dapat pasrah sesudah majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjatuhkan vonis delapan th. penjara atas kelakuannya menyetubuhi siswi SMP sampai hamil.

Vonis itu lebih enteng ketimbang tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) supaya terdakwa dihukum 12 th. penjara.

Ketua majelis hakim PN Surabaya, Pujo Saksono mengemukakan, terdakwa udah bisa di buktikan menyetubuhi Mawar (nama samaran) yang masih tetap berstatus pelajar. Teganya kembali, perbuatan bejat terdakwa bikin gadis yang masih tetap berumur dibawah usia itu hamil.

Perbuatan terdakwa bisa di buktikan tidak mematuhi Pasal 81 serta 82 UU Th. 2014 atas pergantian UU Nomer 23 th. 2002 terkait perlindungan anak. ” Mengadili, menjatuhkan hukuman delapan th. penjara kepada terdakwa Agustinus Joko Purnomo, ” papar hakim Pujo, Selasa (31/10/2017) .

Tidak cuman hukuman tubuh, hakim Pujo juga menjatuhkan hukuman denda kepada terdakwa. Oleh hakim yang tenar pendiam ini, terdakwa dijatuhi denda Rp1 miliar, subsider enam bln. kurungan. Atas putusan itu, JPU belum pula merencanakan mengusulkan banding.

” Kami pikir-pikir dahulu. Diawalnya dapat kami laporkan putusan ini terhadap pimpinan kami, ” papar JPU, Farkhan Junaedi. Terdakwa juga menjelaskan belum pula merencanakan mengusulkan banding.

Di ketahui, perbuatan bejat kepada Mawar ini dijalankan saat pertama kalinya oleh Agustinus Joko Purnomo pada Desember 2016. Selagi itu, Mawar yang akan pulang sekolah mendadak di panggil oleh Agustinus.

Dengan rayu rayunya, Agustinus mengajak Mawar menuju gudang sekolah yang letaknya di belakang sekolah. Meskipun pernah menampik, Mawar selanjutnya tdk kuasa menahan paksaan Agustinus yang selalu menggerayanginya.

Agustinus bahkan juga mengulangi perbuatan bejatnya sampai berapakali. Bahkan juga lebih tragisnya kembali, akibatnya perbuatan pria yang bekerja menjadi tukang kebun ini, Mawar hamil.

Mawar yang pada awalnya diam selanjutnya tdk kuat menahan diri serta ceritakan pada ayahnya atas momen yang dia alami sejauh ini. Tdk terima, keluarga Mawar selanjutnya memberikan laporan hal tersebut ke polisi. Tdk dibutuhkan saat lama, Unit Perlindungan Wanita serta Anak (PPA) Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya selanjutnya menangkap Agustinus.

About editor