Home / Berita Umum / Komplotan Perampok Aniaya Pemilik Toko Pertanian di Indramayu Hingga Tewas

Komplotan Perampok Aniaya Pemilik Toko Pertanian di Indramayu Hingga Tewas

Komplotan Perampok Aniaya Pemilik Toko Pertanian di Indramayu Hingga Tewas – Polisi menembak mati JN (30) alias Botak penduduk Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Botak adalah otak perampokan sadis toko perabotan pertanian serta rumah di Desa Balareja, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu.

Kapolres Indramayu Mochamad Yoris Maulana mengemukakan perampokan di toko perabotan pertanian itu dilaksanakan Botak berbarengan mitranya, ialah TD (40) , TRY (50) , serta SLM (41) , serta seseorang pemeran yg tetap buron pada 27 September. Persekutuan perampok itu menyikat beberapa barang di toko serta rumah punya Rasam (40) di Desa Baleraja, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu.

Hasil dari pengecekan, dijelaskan Yoris, banyak pemeran pernah menganiaya Rasam sampai meninggal dunia. Kala dianiaya, lanjut Yoris, mata serta mulut korban ditutup memanfaatkan lakban.

” Korban wafat di area. Pemeran TD pernah memegangi serta mengikat korban. Lantas, pemeran JN alias Botak serta pemeran ini melakui korban dengan kayu, ” ujar Yoris, Kamis (15/11/2018) sore.

Perampokan sadis itu terkuak sehabis Polres Indramayu sukses mengamankan KD (68) penduduk Kecamatan Gantar, sebagai penadah banyak barang hasil kejahatan banyak pemeran, seperti traktor, mesin pompa, mesin rumput, serta yang lain pada 13 November tempo hari.

” Sehabis mengamankan penadah, kita langsung mengerjakan peningkatan lantas ditangkaplah pemeran TD. Lantas menuju pada pemeran Botak, ” ujarnya.

Yoris menyatakan pemeran Botak pernah mengerjakan perlawanan kala diamankan. Sampai selanjutnya petugas kepolisian lantas menembak Botak.

” Pemeran Botak mengusahakan menantang. Hingga diilakukan perbuatan keras tegas serta terarah, semestinya didahului dengan tembakan peringatan. Lantas tembakan yg perihal dada terduga, serta terduga wafat ketika perjalanan ke rumah sakit, ” kata Yoris.

Dijelaskan Yoris, salah seseorang pemeran yang lain masihlah dalam pengejaran. Polisi udah menyimpan bukti diri pemeran itu. ” Banyak penadah selanjutnya barang kejahatan udah kita amankan. Satu pemeran tetap DPO, ” ujarnya.

About admin