Pemilik Warung Kuliner Anjing Tak Terima Warungnya Di Tutup

Agen Casino

Pemilik Warung Kuliner Anjing Tak Terima Warungnya Di Tutup – Ketentuan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, tutup seluruhnya warung kuliner olahan daging anjing memetik pro kontra. Kebijaksanaan yang memaksakan akan tetapi tanpa ada ketentuan yang pasti jadi dikarenakan.

Selesai menginformasikan penutupan warung guguk atau anjing, pria yang akrab dipanggil Yuli itu langsung kumpulkan beberapa pemilik warung. Dalam pertemuan itu, bupati memaksakan pedagang tutup serta berikan mereka jalan keluar.

Jalan keluar itu adalah dengan berikan pedagang modal untuk berpindah karier. Bupati berikan waktu satu minggu buat mereka memastikan type upaya barunya.

” Memang ini berat, saya kenal itu. Tetapi saya pingin Karanganyar itu bersih dari warung anjing. Pengin modal saya kasih, gerobak saya kasih, agar hidup anda lebih mapan, ” tukasnya dalam pertemuan di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (20/6/2019) .

Yuli siapkan modal Rp 5 juta untuk semasing pedagang. Ia membukukan ada 37 penjual kuliner daging anjing di wilayahnya. Tidak hanya itu, ia pula menjanjikan perlindungan ongkos hidup untuk beberapa pedagang.

” Petugas kami kelak bakal mendatangi satu-persatu ke rumah, kami cek seperti apa kebutuhannya. Jadi tiap-tiap orang kelak dapatnya berlainan, ” tukasnya.

Yuli mengemukakan dana perlindungan itu bakal diberi Pemkab Karanganyar lewat dana sosial atau lewat dinas berkenaan. Tidak hanya itu, pemkab pula bekerja sama-sama dengan Baznas untuk menemani beberapa pedagang.

” Kita kan miliki dana sosial, ada pendampingan dari dinas tekhnis. Baznas dapat juga berikan perlindungan, ” papar ia.

Ia memberikan pada beberapa pedagang kalau ketentuannya diambil atas basic kesehatan. Menurut dia, peredaran anjing dapat sebarkan penyakit seperti rabies serta zoonosis.

” Ini bukanlah bab agama, tetapi problem kesehatan. Anjing ini dapat sebarkan penyakit, namanya zoonosis, ” kata Yuli.

Bab ketentuan, Yuli mengakui akan bikin aturan tentang perlindungan hewan. Ketentuan ini bisa membuat perlindungan hewan-hewan seperti anjing supaya tak dikonsumsi dengan cara bebas.

” Mereka kan buka warung guguk pun tidak ada izinnya. Kalaupun kami kan mengacuhkan surat edaran Kementerian Kesehatan, anjing bukan hewan yang diternak untuk dikonsumsi, ” katanya.

Tidak hanya itu, berpindah karier pula ia nilai jadi teknik cari keberkahan serta ketenangan. Mereka diminta buka upaya lain, seperti warung sate ayam, sate kambing, bebek goreng atau wedangan.

” Jadi penjual warung guguk kan anda sesungguhnya pun tidak bangga. Kalaupun diberi pertanyaan orang tentunya tak jawab jujur. Maka itu saya pingin anda plong, ‘saya jualan sate ayam, rica-rica mentog’, kan dapat tenang, ” katanya pada beberapa penjual.

Menyikapi bupati, pemilik warung kuliner anjing di Kecamatan Jaten, Suwanto, mengakui tak setuju. Menurut dia ketentuan itu cuma sepihak tanpa ada membawa pedagang berdiskusi.

” Saya menampik, lantaran ini hak penduduk negara. Ketentuannya kan tak ada yang melarang. Ditambah lagi ini ada mendadak tanpa ada berembuk dengan kami, ” kata Suwanto.

Pedagang lain asal Matesih, Pino, mengakui tidaklah jadi masalah dengan kebijaksanaan bupati. Diakuinya siap berpindah karier apa pun.

” Kalaupun saya sudah lelah berjualan, telah 30-an tahun. Tetapi kalaupun ubah jualan apakah saja ya dapat, wedang ronde, bajigur, lontong opor, saya dapat, ” tukasnya.