Home / Uncategorized / Pemkot Semarang Butuhkan Dana Rp 600 Miliar Untuk Bangun Pasar Johar

Pemkot Semarang Butuhkan Dana Rp 600 Miliar Untuk Bangun Pasar Johar

Pemkot Semarang Butuhkan Dana Rp 600 Miliar Untuk Bangun Pasar Johar – Pasar Johar, di Kota Semarang, Jawa Tengah, adalah satu diantara pasar bersejarah di Indonesia. Pasar yang didesain Thomas Karsten jauh sebelumnya kemerdekaan Indonesia itu habis terbakar pada Mei 2015.

Beberapa ribu kios pedagang pasar itu ludes terbakar. Bangunan pasar bahkan juga tinggal tersisa tiang serta atap.

Bangunan Pasar Johar sekarang ini masuk jadi bangunan cagar budaya. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan revitalisasi Pasar Johar sudah diawali pada 2017.

Bangunan cagar budaya terlebih di bagian cendawan akan tidak dirubah bentuk serta manfaatnya. Revitalisasi pasar lebih diarahkan diluar bangunan paling utama.

Nanti, di sekitar pasar bakal di bangun pasar tradisional empat lantai. Pemerintah daerah mempersiapkan aturan beberapa ratus miliar untuk sistem perbaikan itu.

” Progres hingga sekarang ini sesuai sama gagasan. Hari ini kami telah mulai lelang dari APBD kota Rp 50 miliar, ” kata Hendrar, Minggu (4/6/2017).

Hendrar menyampaikan pembangunan lagi Pasar Johar memerlukan sekurang-kurangnya Rp 600 miliar untuk merevitalisasi bangunan bersejarah, dan pengembangan bangunan pasar yang baru.

Hendrar menyampaikan, pada Juli 2017, Pasar Johar akan memperoleh alokasi pertolongan dari Kementerian Perdagangan sebesar Rp 100 miliar. Lalu pada 2018, Pasar Johar juga memperoleh alokasi penambahan dana dari Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat.

” Aturan join dari Kementerian PUPR serta Kemendag untuk pembangunan Bangunan Cagar Budaya (BCB) Rp 306 miliar, ” ucap Hendrar.

Menurut Hendrar, Pemkot Semarang masih tetap berusaha mencari kekurangan aturan sebesar Rp 150 miliar.

” Masih tetap ada saat hingga kajian th. 2018. Kelak dapat dikomunikasikan dengan Pak Gubernur, kelak dibantu berapakah dari propinsi, kelak bekasnya gunakan APBD kota lagi, ” tutur Hendrar.

Sesuai sama gagasan, kata dia, bangunan paling utama berbentuk cagar budaya bakal tetaplah dua lantai. Sesaat bangunan pasar pendukung yg tidak masuk kelompok cagar budaya di bangun empat lantai.

Empat lantai itu dengan perincian satu lantai untuk parkir, satu lantai beberapa pedagang.

” Pedagang mintanya tiga lantai, kami maunya enam lantai. Lantas di ambil jalan tengah empat lantai, serta mereka (pedagang) ingin, ” ucap Hendrar.

About admin