Home / Uncategorized / Polisi Berhasil Menangkap Seorang Wanita Akibat Kasus Trafficking

Polisi Berhasil Menangkap Seorang Wanita Akibat Kasus Trafficking

Polisi Berhasil Menangkap Seorang Wanita Akibat Kasus Trafficking – Grup Reskrim Polres Pekalongan membeberkan persoalan trafficking atau penjualan wanita dibawah usia buat dipekerjakan menjadi pekerja sex komersial (PSK) di Batam, Propinsi Kepulauan Riau. Seseorang aktor trafficking berinisial SH dengan sebutan lain TL warga Bekasi di tangkap dikarenakan disangka jual gadis desa di Kabupaten Pekalongan ke Batam.

Tersangka SH dengan sebutan lain TL ini udah punya kenalan di Kabupaten Pekalongan. Dengan rayu rayunya, SH mengakui dapat mempekerjakan gadis-gadis desa di Kota Santri ke Kota Batam, Kepulauan Riau. Tapi, nyata-nyatanya mereka dipekerjakan menjadi PSK di salah satunya tempat hiburan malam di Kota Batam. Baru tiga korban yg melapor ke Polres Pekalongan serta banyak korban sebagai anak dibawah usia.

Waktu ini SH masihlah melakukan pengecekan di Unit Wanita serta Anak (PPA) Satreskrim Polres Pekalongan. ” Saya cuma mencarikan pekerjaan serta saya tdk bermaksud jahat, ” terang SH didepan penyidik, Rabu (1/11/2017) .

Tersangka awalannya udah punya kenalan di Kota Santri. Dari mulut ke mulut di lingkup terbatas, aktor selanjutnya sukses merekrut calon pekerja yg dapat dibawa ke Kota Batam. Tapi, dalam membawa calon pekerja itu aktor tdk memohon izin banyak orang-tua korban. Oleh karena itu, orang-tua korban memberikan laporan peristiwa itu ke Polres Pekalongan. Lebih-lebih sehabis mengerti anaknya nyata-nyatanya bekerja menjadi penghibur ditempat hiburan malam.

KBO Reskrim Polres Pekalongan Iptu Bambang Tunggono mengemukakan, korban di Kabupaten Pekalongan sejumlah 4 hingga 5 orang. Umur korban rata-rata 16 th. dengan tingkat pendidikan SMP. Modus aktor dengan merekrut wanita buat dipekerjakan menjadi PSK di salah satunya tempat karaoke di Batam.

” Tersangka mencari korban dengan dukungan orang lokal, mengangkut selanjutnya dipekerjakan, tersangka bikin bukti diri palsu, jadi korban usianya tukar dewasa. Dari kelakuannya ini, tersangka mendapatkan imbalan sebesar Rp500. 000 per orang, ” tukasnya.

Sampai waktu ini penyidik Polres Pekalongan masihlah senantiasa melaksanakan penyelidikan persoalan trafficking itu, salah satunya dengan melaksanakan pengecekan saksi-saksi penambahan. Penyidik Satreskrim Polres Pekalongan juga udah menelusuri persoalan itu sampai ke Kota Batam, Propinsi Kepulauan Riau. ” Kita masihlah melaksanakan pengecekan saksi-saksi penambahan, ” tuturnya.

About editor