Home / Uncategorized / Polisi Didesak Puluhan Mahasiswa Di Pekanbaru Tuntaskan Kasus Korupsi PDAM Inhil

Polisi Didesak Puluhan Mahasiswa Di Pekanbaru Tuntaskan Kasus Korupsi PDAM Inhil

Polisi Didesak Puluhan Mahasiswa Di Pekanbaru Tuntaskan Kasus Korupsi PDAM Inhil – Beberapa puluh mahasiswa yg bergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Riau Anti Korupsi (Gemarak) Riau demonstrasi di muka Kantor Direktorat Reserse Kejahatan Privat (Ditreskrimsus) Polda Riau, Rabu (23/1) . Mereka mendorong polisi merampungkan perlakuan perkara korupsi project pipa transmisi PDAM di Kabupaten Indragiri Hilir tahun budget 2013.

Dalam orasinya, Kordinator Umum Gemarak, Sandi Putra Rizky mengemukakan sepanjang proses perlakuan perkara perkiraan korupsi ini, Polda Riau udah memastikan tiga terduga.

” Dari tahun 2017, perkara ini diolah Ditreskrimsus Polda Riau, udah sebagian orang jadi terduga seperti kontraktor serta konsultan dan PPK. Namun mengapa Bapak Muhammad (Wakil Bupati Bengkalis Muhammad) jadi KPA belum pula diputuskan jadi terduga, ada apakah sesungguhnya, ” teriak Rizky dalam orasinya, Pekanbaru.

Karenanya, mereka mengharapkan biar Ditreskrimsus Tipikor Polda Riau bisa merampungkan perkara perkiraan korupsi ini. Mahasiswa ikut memohon biar Kapolri Jenderal Tito Karnavian memantau kemampuan Polda Riau dalam mengatasi perkara itu.

” Kami beri dukungan serta animo penuntasan perkara korupsi di Riau. Kami ikut memohon biar Pak Kapolri memonitor kemampuan Polda Riau dalam mengatasi beberapa perkara korupsi, seperti perkara project Pipa transmisi PDAM di Indragiri Hilir ini, ” tegas Rizky.

Demo yg tak berjalan lama ini, selesai sehabis perwakilan dari Ditreskrimsus terima pengakuan sikap demonstran. Kemudian, massa lantas membubarkan diri.

Buat didapati, perkiraan korupsi yg berasal dari laporan suatu instansi swadaya warga. Project punya Sektor Cipta Karya Dinas PU Propinsi Riau tahun 2013 ini memakan dana sebesar Rp 3. 415. 618. 000. Project ini ditandai tidak pas perincian.

Dalam laporan LSM itu, Muhammad, yg kala itu menjabat Kabid Cipta Karya Dinas PU Riau tahun 2013, dikira tak mengerjakan kewajibannya bertindak sebagai kuasa pemakai budget project pipa itu. Muhammad yg saat ini menjabat Wakil Bupati Bengkalis itu, dilaporkan oleh LSM disebut jadi terlapor khusus.

Tidak hanya itu, LSM itu ikut menyebutkan nama Sabar Stavanus P Simalonga, Direktur PT Panatori Raja, Edi Mufti BE bertindak sebagai PPK serta Hariyanto, eks Kadis PU Riau, serta tujuh nama beda jadi orang yg bertanggung-jawab dalam perkiraan korupsi ini.

Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Gidion Bijak Setiawan mengemukakan, dalam perkara ini pihaknya memastikan lima terduga. Berkas perkaranya udah komplet atau P21, dan ada yg tetap proses pemberkasan.

Ke-5 terduga ialah Stevanus P Simalonga serta Edi Mufti, dan Syafrizal Taher bertindak sebagai konsultan pengawas. Mereka udah dijebloskan ke penjara.

Sesaat ada nama kontraktor beda ialah Harris Anggara alias Liong Tjai yg sempat jadi terduga tetapi saat ini bebas. Dikarenakan, Harris menang dalam tuntutan praperadilan di Pengadilan Negeri Pekanbaru. Hakim menilainya pemastian terduga Direktur Khusus PT Cipta Karya Bangun Nusa itu tak resmi.

” Kita melakukan penyelidikan kembali serta munculkan Sprindik (Surat Perintah Penyelidikan) baru pada HA (Harris) , ” kata Gidion.

About admin