Home / Berita Umum / Qanun Poligami Aceh Sudah Masuk Program Legislasi Akhir 2018

Qanun Poligami Aceh Sudah Masuk Program Legislasi Akhir 2018

Qanun Poligami Aceh Sudah Masuk Program Legislasi Akhir 2018 – Pemerintah propinsi serta DPR Aceh sedang mengupas qanun mengenai hukum keluarga yang salah satunya didalamnya mengontrol bab praktik poligami. Argumen qanun itu dibikin ialah ramainya nikah siri yang berlangsung pada pasangan poligami.

Qanun itu sudah masuk Program Legislasi (Proleg) akhir 2018. Kajian terus dikerjakan misalnya dengan menyelenggarakan Rapat Dengar Saran Umum (RDPU) pada 1 Agustus 2019.

Wakil Ketua Komisi VII DPR Aceh, Musannif, mengemukakan draf qanun itu diatur oleh Pemprov Aceh serta udah diterima faksi legislatif. Pengkajiannya udah dilalukan mulai sejak awal 2019.

” Dalam qanun itu, salah satunya babnya mengontrol mengenai poligami. Poligami itu pada prinsipnya dalam hukum Islam yang kita kenal serta dalam Alquran lantas dibolehkan, ” kata Musannif, Sabtu (6/7/2019) .

Qanun itu, kalau diketahui serta sah diundangkan, akan mengontrol beberapa hal dimulai dari perkawinan, perceraian, sampai perwakilan. Dalam qanun kedepannya, jelas Musannif, akan ditata jumlahnya wanita yang bisa dinikahi laki laki.

Ia menyebutkan qanun itu akan batasi seseorang pria cuma bisa menikah dengan empat wanita. Kalau ingin menikah , jadi si pria harus menceraikan salah satunya istrinya.

” Dalam hukum Islam, Alquran disebutkan kalau laki laki bisa mengawini wanita itu empat orang. Kita batasi hingga empat orang itu. Jika ia pengen yang ke-5, satunya harus diceraikan, ” pungkasnya.

Lalu apa memang argumen Pemprov serta DPRA masukkan kesulitan poligami ke qanun?

Musannif menyebutkan salah satunya argumen poligami masuk dalam draf qanun ialah ramainya nikah siri oleh beberapa pihak yang melaksanakan poligami. Nikah siri itu, kata Musannif, bikin pertanggungjawaban pria pada istri-istri serta anak-anaknya lemah.

” Dengan meriah berlangsungnya kawin siri ini, pertanggungjawaban pada Tuhan atau anak yang dilahirkan ini kan lemah. Jadi kita setuju mengontrol, toh jika kita gak mengatur kan kawin pun begitu, ” jelas Musannif.

About penulis77