Home / Berita Umum / Sebarkan Hoax Di Account Facebooknya Yakni Bom Surabaya Pengalihan Rumor

Sebarkan Hoax Di Account Facebooknya Yakni Bom Surabaya Pengalihan Rumor

Sebarkan Hoax Di Account Facebooknya Yakni Bom Surabaya Pengalihan Rumor – Himma Dewiyana Lubis mulai duduk di kursi pesakitan. Dia didakwa sebab sebarkan hoax di account Facebooknya yakni bom Surabaya pengalihan rumor.

“Tindakan terdakwa ditata serta diancam Pidana melanggar Masalah 28 ayat (2) Jo Masalah 45A ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 mengenai pergantian atas UU RI No 11 Tahun 2008 mengenai ITE,” dakwa jaksa Tiorida Juliana Hutagaol seperti diambil dari web PN Medan, Kamis (10/1/2019).

Masalah 28 ayat 2 diatas berbunyi:

Tiap-tiap Orang dengan menyengaja serta tiada hak sebarkan info yang diperuntukkan untuk memunculkan perasaan kedengkian atau permusuhan individu serta/atau grup penduduk spesifik berdasar pada atas suku, agama, ras, serta antargolongan (SARA).

Lantas bagaimana jika ada orang lakukan tindakan yang ditata di Masalah 28 ayat 2? Masalah 45 ayat 2 meneror hukuman optimal 6 tahun penjara. Sedetailnya yakni:

Tiap-tiap orang yang dengan menyengaja serta tiada hak sebarkan info yang diperuntukkan untuk memunculkan perasaan kedengkian atau permusuhan individu serta/atau grup penduduk spesifik berdasar pada atas suku, agama, ras, serta antargolongan (SARA) seperti disebut dalam Masalah 28 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara sangat lama 6 (enam) tahun serta/atau denda sangat banyak Rp 1 miliar.

Tuduhan diatas dijaring ke Himma atas status di Facebook yang memberi komentar masalah bom Surabaya. Tiada empati, dia justru menuding bom yang mematikan sekurang-kurangnya 25 orang itu menjadi pengalihan rumor. Statusnya yakni:

Skenario pengalihan yang prima
#2019GantiPresiden.

Waktu diamankan, Himma tidak sadarkan diri. Selesai siuman, dia menangis serta menyesali tindakannya.

“Saya begitu menyesal, saya cuma mengkopi status orang yang lain serta sebarkan kembali. Saya salah serta begitu menyesal,” tutur Himma dengan menangis waktu diamankan aparat dari Polda Sumut.

Sidang masalah ajaran kedengkian yang di pimpin Majelis Hakim diketuai Riana Pohan diteruskan pada minggu kedepan untuk mengecek beberapa saksi-saksi.

About admin