Home / Berita Umum / Temuan Kendi dan Guci Kuno saat Gali Lubang WC Hebohkan Warga NTB

Temuan Kendi dan Guci Kuno saat Gali Lubang WC Hebohkan Warga NTB

Temuan Kendi dan Guci Kuno saat Gali Lubang WC Hebohkan Warga NTB – Beberapa puluh Kendi serta Guci antik diketemukan salah satunya masyarakat Dusun Kambu, Desa Mbuju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) . Penemuan benda purbakala itu sudah sempat menggegerkan masyarakat.

Beberapa benda itu, diketemukan dengan cara tak berencana oleh Jaharudin (55) , kala menggali lubang pembuangan WC di belakang tempat tinggalnya pada Sabtu (6/10) tempo hari.

” Saya sangatlah kaget menyaksikan barang ini, kala itu kedalaman galiannya seputar satu mtr. lebih sampai dua mtr., ” kata Jaharudin kala dijumpai mass media di kediamannya, Rabu (10/10/2018) .

Kaget menyaksikan barang antik itu, Jaharudin lalu mengerjakan penggalian dengan memakai tangan. Katanya, kala diketemukan dalam situasi menumpuk tersusun rapi.

Penggalian senantiasa dilaksanakan sampai kedalaman tiga mtr., kendi serta guci lantas makin bertambah diketemukan masyarakat. Masyarakat seputar yg ingin tahu berbondong mendatangi rumah Jaharudin dengan membawa perkakas galian.

” Kian ke galiannya makin bertambah diketemukan, ini saja di saya telah lebih dari 30-an belumlah juga pecah-pecahannya, ” katanya.

Disaksikan dari motif, ukuran serta memiliki bentuk, benda itu dipercayai adalah benda peninggalan histori. Serta bahan membuatnya yaitu gabungan dari tanah liat serta pasir.

Waktu ini beberapa benda itu masihlah disimpan di dalam rumah masyarakat. Masyarakat menyatakan malas jual barang antik itu.

Kepala Desa Mbuju, Abdullah Mursalin, menjelaskan, penempuan banyak barang antik bukan kali pertama di desanya. Awal mulanya, masyarakat di desa itu sudah temukan Keris, Meriam aktif, pecahan Keramik, Piring serta Mangkok.

Kecuali diketemukan benda antik, gak jauh dari lolasi penemuan ada tiga kuburan keramat yg tak masyarakat kenali asal-usulnya.

Tapi menurut histori pembicaraan (narasi) jauh sebelum meletusnya Gunung Tambora pada tahun 1815 yang lalu, di Desan ini sempat ada Kesultanan serta Pelabuhan besar.

” Menurut histori yg sempat saya dengar, dahulu di Kambu ini memang sempat tinggal Sultan Ahmad. Ikut perkampungan besar ada pelabuhannya saat itu, ” cetusnya.

Perkampungan itu, dulunya perkampungan yg sangatlah maju serta berperadaban tinggi. Karena sehari-harinya Pelabuhan Kambu di sesaki perahu-perahu besar dari beragam pelosok daerah berbeda. Bahkan juga laut di pelabuhan itu tak akan nampak karena amat banyak kapal besar.

About admin